dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau bercerita,
 
Ada orang yang bersendawa di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau mengatakan,
 
كُفَّ عَنَّا جُشَاءَكَ فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
 
Tahan sendawamu di hadapan kami. Karena orang yang paling sering kenyang di dunia, paling lama laparnya kelak di hari kiamat. (HR. Turmudzi 2666 dan dihasankan al-Albani).
 
Dalam riwayat lain, disebutkan dalam Syarh Sunah,
 
أقصر من جشائك
 
Kurangi sendawamu.
 
Dalam Tuhfatul Ahwadzi dinyatakan,
 
النهي عن الجشاء هو النهي عن الشبع ; لأنه السبب الجالب له
 
Larangan banyak bersendawa merupakan larangan untuk kenyang. Karena kenyang merupakan sebab terjadinya sendawa. (Tuhfatul Ahwadzi, 7/153)
 
Dalam Fatwa Islam dinyatakan,
 
والتجشؤ بصوت مرتفع ليس محرمًا، وإنما يعد فعله خلاف الأدب، إن كان بحضرة الآخرين، حتى لا يتأذوا من الصوت والرائحة
 
Sendawa dengan suara keras tidaklah haram, namun perbuatan ini tidak sesuai adab. Terutama ketika ada orang lain, sehingga mereka tidak terganggu dengan suara dan baunya. (Fatwa Islam, no. 130906)
 
Karena itulah, ketika seseorang terpaksa bersendawa di depan orang lain, dianjurkan untuk ditahan atau disembunyikan. Agar tidak mengganggu atau menimbulkan suasana jijik orang yang mendengarnya.
 
Syaikh Abdullah bin Aqil mengatakan,
Imam Ahmad mengatakan menurut riwayat Abu Thalib, “Apabila ada orang bersendawa ketika shalat, hendaknya dia mengangkat kepalanya ke atas, sehingga udaranya hilang.” Karena jika tidak menengadah, akan mengganggu orang di sekitarnya karena bau mulutnya. Beliau mengatakan, “Ini bagian dari adab.” Beliau juga mengatakan menurut riwayat Muhanna, “Apabila orang mau bersendawa, hendaknya dia angkat kepalanya ke atas, agar tidak keluar bau mulut yang mengganggu orang lain.” (Fatawa Syaikh Ibnu Aqil, 2/214).
 
Allahu a’lam.
 
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
 
Mari wujudkan cita-cita bersama
Silahkan berdonasi dengan cara berikut:
 
1. Transfer ke rekening:
 
-Bank Syariah Mandiri (BSM)
Kode Bank: 451
Nomor rekening: 79-999-888-94
an.  Yayasan Intan Ilmu
 
-Bank Mandiri (MANDIRI)
Kode Bank: 008
Nomor rekening: 031-00-10697186
an.  Yayasan Intan Ilmu
 
-BCA (BCA)
Kode Bank: 014
Nomor rekening: 827-52-62-664
an. Ahmad Zainuddin LC
 
2. Konfirmasi Transfer, SMS/WA dengan format:
MANUSIABETON#NAMA#DOMISIL#REKENING TUJUAN#NOMINAL
 
Contoh :
MANUSIABETON#ABDULLAH#BANJARMASIN#BSM#44000
 
Kirim ke WA/SMS
 
*0811-511-3737*
 
Atau datang langsung ke
Sekretariat Yayasan Intan Ilmu
Jl. Trans Kalimantan RT 09 No. 76 Handil Bakti,
Batola Kalimantan Selatan
No Telp: 0511-6741614
 
Barakallahu fiikum.
 
Silahkan Bantu Sebarkan Info Ini
Semoga Bermanfaat.
 
ADMIN : INTAN ILMU
 
Follow :
FB FanPage : Pondok Pesantren Intan Ilmu
FB FanPage : Pondok Pesantren Intan Ilmu
IG :@PondokPesantrenIntanIlmu
IG :@PondokPesantrenIntanIlmu
www.intanilmu.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.